Liner Notes

Judul album ini adalah tribute bagi gerakan perempuan ‘Suara Ibu Peduli’ yang mengkritik rezim Orde Baru dan menegakkan demokrasi pada 1998. Gerakan bertajuk ‘Turunkan Harga Susu’ di depan bundaran Hotel Indonesia yang menggunakan kata ‘Ibu’ sebagai strategi politik setelah puluhan tahun didomestifikasi, menunjukkan kecerdasan metode dan kelenturan  gerakan perempuan di dalam bersiasat.

Bersama dengan Frau dan Rani Jambak, Mother Bank ingin membaca situasi hari ini, melanjutkan, dan menegaskan gagasan bahwa saat ini, Ibu adalah subjek politik dan ambil bagian di dalam perubahan sosial. Untuk itu, Mother Bank berbagi suara dengan komunitas dan gerakan perempuan akar rumput yang setiap harinya berhadapan langsung dengan kerentanan dan persoalan  struktural, namun terus bersiasat, bergerak, bersuara, dan melawan. Produksi album ini dikerjakan secara kolektif melalui rangkaian proses kolaborasi di beberapa komunitas di Pati, Demak, Yogyakarta, dan Bandung bersama Puspita Bahari, Gapoktanhut Wukirsari, Ibu Berisik, Indung Braga, dan Hot Mama Dancer Club.

Mother Bank adalah bank eskperimental khusus ibu-ibu/perempuan yang berbentuk bank keliling (bank emok) di Kampung Wates, Jatiwangi-Majalengka. Membedakan diri dengan bank keliling pada umumnya yang mengenakan bunga cukup tinggi, bank ini dikelola secara bersama-sama dengan bunga pinjaman nol %. Apa yang perlu disediakan oleh para anggota adalah waktu dan tenaga untuk melakukan kerja-kerja kolektif. Secara organik, Bank ini menjadi wadah bagi Ibu-ibu di kampung untuk belajar, berbagi, tumbuh, mencipta, dan bergerak.

Frau adalah proyek musik solo Leilani Hermiasih, penyanyi, pianis, dan penulis lagu asal Yogyakarta, bersama keyboard-nya, Oskar. Album Starlit Carousel (2010) dan Happy Coda (2013) dirilis gratis lewat netlabel Yes No Wave Music. Setelah itu Frau berkarya lintas bentuk, mulai dari kolaborasi dengan pelukis Restu Ratnaningtyas di Tembus Pandang (2017) sampai aransemen untuk paduan suara Dialita. Lagu-lagu barunya ditulis dalam bahasa Indonesia.

Rani Jambak adalah seorang seniman suara, perancang instrumen, dan vokalis berdarah Minangkabau. Praktiknya berakar kuat pada eksplorasi musik elektronik dan lanskap bunyi yang diambil dari berbagai wilayah di Indonesia. Melalui karya yang luas, ia meneliti tema-tema tentang alam, dinamika sosial-budaya, serta keterhubungan mendalam antara pengalaman manusia dan warisan leluhur.

Perjalanan artistiknya merupakan eksplorasi mendalam atas identitas budaya sebagai seorang Minangkabau, dengan menggali dimensi filosofis tradisi dan menelaah bagaimana kebijaksanaan leluhur dapat merespons tantangan modernitas. Visi artistiknya berpusat pada konsep #FUTUREANCESTOR, yang membayangkan kembali nilai-nilai spiritual sebagai sumber penting bagi kehidupan kontemporer.

Atas kontribusinya yang inovatif dalam bidang suara, musik, dan teknologi, Rani dianugerahi The Oram Awards pada tahun 2022. Saat ini ia merupakan peneliti doktor dalam proyek  Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage (Re:Sound).

Production Notes

Digagas dan Diproduksi oleh Bunga Siagian
Komunitas Kolaborator: Puspita Bahari, Gapoktanhut Wukirsari, Ibu Berisik, Indung Braga & Hot Mama Dancer Club
Komposer: Pipin Muhamad Kaspin, Leilani Hermiasih, Rani Jambak
Lirik dan vokal diciptakan dan dinyanyikan bersama komunitas kolaborator melalui proses residensi
Audio Visual: Soemantri Gelar
Manager Produksi: Alfiza Irmanda
Field Recording Engineer: Mohammad Khoiroziqin
Recording Engineer: Bayu Prasetyo
Microphonist: C. Riyandoko
Audio Supervision: Gatot Danar Sulistiyanto
Karya Sulam di Sampul Album: Esty Wika Silva
Foto Sampul Album: Fajar Riyanto
Desain Sampul Album: M. Ilham Samudra

1. Perempuan Mangrove
Kentongan: Mini Rukmini
Teranika: Nia Mardiyani
Genteng: Masnuah
Tambur: Aan Kartika
Bass dan Gitar: Kutreng
Electronic Beat: Rani Jambak
Kentrung: Umiyati
Terbang: Munasiroh, Nor Hidayah, Siti Ahadiyah, Anggun, Umiyati.
Vokal: Sri Widayati, ⁠Nurikah, Muzizah, ⁠Kafhidoh, ⁠Siti Darwati, ⁠Lasmiyah, ⁠Siti Nurkasanah, Rusikah, Mastiah, Leilani Hermiasih.

2. Gapoktanhut Wukirsari
Lesung: Sumi, Suatmi, Wiwik, Mintarsih, Ana, Ngesmi
Kemanak: Eni
Teranika: Yati Sumiati
Genteng: Nia Mardiyani
Tambur: Aan Kartika
Bass dan Gitar: Pipin Muhamad Kaspin
Organ: Leilani Hermiasih
Vokal: Sumarsih, Ngarsiti, Widiarti, Widianingrum, Yuliani, Indah, Santika, Leilani Hermiasih

3. Kenduri Suara Ibu Indonesia
Teranika: Nia Mardiyani
Genteng: Nia Mardiyani
Tambur: Aan Kartika
Bass dan Gitar: Pipin Muhamad Kaspin
Electronic Beat: Rani Jambak
Vokal dan suara alat dapur : Olivia, Gracesyera, Rachmawati, Stella, Rika Iffati, Firda Ainun, Butet RSM, Gernatatiti

4. Badudingpak
Teranika: Yati Sumiati
Genteng: Lilis Rohayati
Kendil: Nia Mardiyana
Tambur: Aan Kartika
Bass dan Gitar: Pipin Muhamad Kaspin
Kendang, Palintung, Kecrek: Mita Puspa Karima
Karinding: Rianti Qurotun Khusnul
Vokal Indung Braga: Bu Entar, Mak Dede, Bu Eti, Bu Oom, Maria, Yeni, ⁠Icha, Ocha, Riska
Vokal Hot Mamah Dancer Club: Tazkia, Agni, Keni, Okky, Maya, Shenny, Yessy, Windy.

5. Suara Ibu Peduli
Teranika: Alfiza Nur Aisyah Irmanda
Rebana: Jessica Kim
Genteng: Nia Mardiyana
Tambur: Aan Kartika
Bass dan Gitar: Kutreng
Organ: Leilani Hermiasih
Vokal: Aan Kartika, Nia Mardiyana, Alfiza Irmanda, Leilani Hermiasih, Rani

Album ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan.

Instagram