Liner Notes
VIBRA GENETIKA adalah sebuah perjalanan holistik yang menyelami keterhubungan dimensi kehidupan. Sejak 2013, Rani Jambak menapaki jalan pencarian makna atas identitas kulturalnya sebagai keturunan Minangkabau yang lahir dan besar di Medan. Dalam proses tersebut, ia mulai menyatukan potongan-potongan sejarah keluarga, kompleksitas kultur warisan, dan diversitas lingkungan di sekitarnya. Pencarian ini tidak hanya membawa Rani untuk memahami hubungan dirinya dengan adat dan tanah leluhur, tetapi juga menggali konsep rantau sebagai bagian penting dari narasi Minangkabau yang terus hidup.
Perjalanan yang terus berlanjut, transformasi kehidupan perempuan menjadi seorang istri dan ibu membuat Rani menemukan dimensi baru dalam pemahaman dirinya—sebuah transformasi femininitas yang melampaui batas fisik, menuju keselarasan antara tubuh dan jiwa. Setiap langkah dalam perjalanan ini menjadi elemen penting yang membentuk pandangan hidupnya, menciptakan kesadaran akan keterhubungan yang mendalam antara leluhur, alam, dan waktu. Kesadaran ini melahirkan penghormatan terhadap masa lalu, rasa syukur atas kehidupan saat ini, dan visi untuk memandang “leluhur masa depan” sebagai bagian dari rantai energi yang abadi.
VIBRA GENETIKA menjadi lebih dari sekadar pencarian identitas. Ia adalah getaran yang melampaui energi warisan genetik, sebuah resonansi yang hidup di dalam jalinan pikiran, emosi, dan alam semesta. Manifestasi untuk menyelami diri dan memahami warisan leluhur sebagai energi yang terus bergema. Membawa warisan masa lalu untuk diterjemahkan ke dalam masa depan. VIBRA GENETIKA adalah ekspresi holistik dari perjalanan spiritual dan manifestasi dari resonansi kehidupan itu sendiri.
/
VIBRA GENETIKA is a holistic journey that delves into the interconnected dimensions of life. Since 2013, Rani Jambak has embarked on a path to explore the meaning of her cultural identity as a Minangkabau descendant born and raised in Medan. Through this process, she began piecing together fragments of family history, the complexities of her cultural heritage, and the diversity of her surroundings. This journey has not only allowed Rani to understand her connection to tradition and her ancestral land but also to explore the concept of Rantau (migration) as a vital part of the enduring Minangkabau narrative.
As her journey continues, the transformation of a woman’s life into that of a wife and mother has led Rani to discover new dimensions in understanding herself—a transformation of femininity that transcends physical boundaries, aiming toward harmony between body and soul. Each step along this journey forms a crucial element in shaping her worldview, fostering a profound awareness of the interconnectedness between ancestors, nature, and time. This awareness gives rise to reverence for the past, gratitude for the present, and a vision to perceive “future ancestors” as part of an eternal chain of energy.
VIBRA GENETIKA transcends the search for identity. It is a vibration that goes beyond the energy of genetic inheritance—a resonance that lives within the threads of thoughts, emotions, and the universe. It is a manifestation to dive into oneself and to understand ancestral heritage as energy that continues to echo. It carries the legacy of the past to be interpreted into the future. VIBRA GENETIKA is a holistic expression of spiritual journey and the manifestation of life’s resonance itself.
Rani Jambak, a distinguished composer, producer, field recordist, instrument designer, and vocalist of Minangkabau descent from Medan, actively engages in the exploration of electronic music and soundscapes derived from diverse locations across Indonesia. Her body of work frequently addresses themes related to nature, socio-cultural dynamics, and the interrelationship between humans and their ancestral heritage. In recognition of her innovative contributions to sound, music, and technology, Jambak was honored with The Oram Awards in 2022.
Production Notes
Produced, vocal, field recorded, and mixed by Rani Jambak
Palayaran (Rabab Batok Piaman) by Monen on Orang Piaman
Field Recorded on As I Stand In Fire by Toton Januar
Mastered by Vandy Rizaldi in Yogyakarta, Indonesia
Photography by Hario Efenur
Cover by Rani Jambak