Production Notes

Bangkutaman are:

Wahyu ‘Acum” Nugroho: Vocal / Bass
J. Irwin: Guitars
Dedyk: Drums

Track 1 is taken from bangkutaman EP (1999)

Track 2, 3, 4 are taken from Love Among the Ruins LP (2002)

Track 5 & 6 are taken from the B-sides of Garage Of The Soul EP (2005)

Track 7 was recorded live from Rockin’ the Region gig, Esplanade, Singapore (2009)

Track 9 & 10 were recorded as independent singles (2003)

Track 11 is taken from Robby Garden Vol. 1 (2005)

Track 8 & 12 were recorded as independent singles (2009)

All songs were produced by bangkutaman

Artwork was done by J. Irwin

Liner Notes

Saya ingat sebuah siang hari. Taman yang luas di kawasan Situ Gintung yang belum memberontak, sebuah pesta perkawinan, ratusan orang yang tersebar di dalamnya –ada yang sedang asik ngobrol, makan, atau bahkan memerhatikan lawan jenis dengan sangat intens—, dan cuaca yang sangat cerah.

Yang punya hajat adalah Cholil Mahmud dan Irma Hudayana. Di pintu masuk taman itu, masing-masing tamu mendapatkan sebuah cd bersampul coklat. Isinya, setelah ditelaah lebih lanjut, adalah empat buah lagu.

Pasangan ini menulis dan menyanyikan lagu itu. Kemudian membagikannya kepada tamu-tamu mereka. Tentu saja, itu suvenir pesta perkawinan yang sangat tidak konvensional. Saya salah satu orang beruntung yang mendapatkan cd itu.

Kabar baik datang beberapa waktu yang lalu ketika pada akhirnya, lagu-lagi di dalam cd ini dirilis untuk orang banyak.

Sejujurnya, lagu-lagu ini memang layak mendapat pendengar yang lebih luas daripada hanya sekedar didengarkan oleh tamu-tamu pasangan ini saja.

Mereka memilih nama Indie Art Wedding. Tentu saja ini adalah nama yang bodoh. Dan saya yakin seyakin-yakinnya kalau mereka memang memaksudkan ini sebagai sebuah prasasti tertawaan yang (sekaligus) mengundang hujatan.

Tidak apa, karena proyek ini juga kemungkinan besar tidak akan ada kelanjutannya. Kalau pun ada, pasti mereka akan mengubah namanya.

Silakan langsung bertanya kenapa namanya itu. Mereka pasti akan dengan senang hati menjawab.

Kalau namanya mengundang cercaan, silakan dengarkan lagu-lagunya dengan seksama. Mereka beratus kali jauh lebih baik.

Empat lagu di rekaman ini direkam hanya dalam waktu dua shift. Itu setara dengan dua belas jam. Dan empat lagu ini juga setara dengan sebuah perayaan akan kehadiran tuan cinta paling hebat yang bisa diciptakan anak manusia.

Jika sudah mengunduh, silakan dengarkan lirik lagu-lagu ini dengan seksama. Tiap bagiannya mencerminkan sebuah kisah cinta yang begitu tulus, realistis, dan menggambarkan arah yang jelas kemana pasangan ini mengarahkan perjalanan mereka bersama.

Dan itu adalah insipirasi yang sederhana sekaligus punya daya ledak luar biasa. Selamat menikmati. (pelukislangit)