YESNO 067

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Track List:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
1. Kedo-Kedo
2. Manusia Baru
3. Plaba Umak
4. Pesta Memohon Hujan
5. Pemuja Hari
6. Pada Gunung
7. Kita Ini
8. Tanah Ibu
9. Natonto
10. Demi Kekal
11. Hymne Peradaban
12-22. Suplemen
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Streaming
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Download:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Songs + Cover 129.2 MB (ZIP)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Liner Notes
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
ZOO merupakan salah satu punggawa musik ekperimental rock asal Yogyakarta. Pada awal karirnya, Zoo bermain dalam pola yang cepat, matematis nan berisik ala Boredom, Melt Banana atau Hella yang bisa dijumpai pada mini album “Kebun Binatang”. Di album penuh perdananya “Trilogi Peradaban”, Zoo mulai memadukan tekstur eksperimental-rock barat dengan konsep musik tribal nusantara. Debut album ini dirilis secara terbatas (100 kopi) dalam format boxset yang terdiri atas tiga cakram padat dengan kemasan yang terbuat dari kayu. Kedua album ini juga dirilis secara cuma-cuma dalam format digital oleh Yes No Wave Music.
Setelah rehat hampir 3 tahun, pada penghujung tahun 2012 ini Zoo kembali dengan album penuh kedua yaitu “Prasasti”. Berisikan 11 lagu berkomposisi dan 11 lagu improvisasi. Di album ini Zoo semakin mematangkan konsep musik yang dilakukan di album “Trilogi Peradaban”. Pada album kedua ini, sound yang diciptakan cenderung bernuansa keras, tajam dan terkesan modern. Hal ini mengukuhkan pernyataan mereka bahwa Zoo bukanlah band etnik/tradisional atau world music. Elemen peradaban yang dipilih untuk menjadi tema besar adalah “Bahasa”. Syair lagu menggunakan aneka ragam bahasa dari berbagai daerah di Indonesia: Aceh, Bugis, Palembang, Dayak, Lombok, Kawi, Sulawesi Tengah, Banjar, dan Minang. Selain itu, Rully sang vokalis dan penulis lagu menciptakan sebuah aksara yang diberi nama Zugrafi untuk penulisan lirik. Untuk membaca lirik tersebut, disediakan sebuah Pedoman Aksara beserta font Zugrafi yang bisa anda gunakan.
Prasasti juga dirilis dalam format fisik yang dikemas dengan menggunakan batu granit seberat 1.7 kg. Nama band dan judul album terpatri pada lempengan logam stainless steel. Disertakan juga satu lembar kertas daur ulang berisikan lirik lagu dan kredit album yang di cetak dengan teknik cetak saring. Kemasan ini hanya diedarkan sebanyak 200 kopi dengan hand-numbered pada lembar materi teks. (Wok The Rock)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Release Date
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
12 Desember 2012
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Boxset CD
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Terbatas hanya 200 kopi
Harga: Rp. 150.000,-
Untuk pemesan dari luar kota Yogyakarta, biaya pengiriman bisa dilihat di tautan ini.
Pemesan di Yogyakarta akan diantar langsung tanpa biaya tambahan.
Pemesanan dilakukan melalui e-mail:
manekinbermesin@gmail.com
atau menghubungi saudara Ical di 085 618 711 25
Tuliskan nama lengkap, e-mail, no telepon dan alamat.
Transfer ditujukan ke rekening
Mandiri: 137 000 650 8754 (a.n. Rully Herman)
BCA: 037 279 1436 (a.n. Ramberto Aguazalie)
Pemesanan akan resmi tercatat setelah mengirimkan bukti transfer.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Info
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Album ini dirilis secara resmi oleh Yes No Wave Music
Semua lagu diciptakan oleh Rully Shabara Herman, Bhakti Prasetyo, Dimas Budi Satya, Ramberto Agozalie
Lirik ditulis oleh Rully Shabara Herman
Aksara Zugrafi diciptakan oleh Rully Shabara Herman
Penerjemah dan Konsultan Bahasa:
Sadat Laope, Idrus bin Harun, Henri Prasetya Yahya, Dian H. Indrawan, Yurisma Taufik, Doni Ukik, Fahmy Arsyad Said, Dhani Disdain, dan Richie Petroza
Zoo dengan segenap rasa hormat berterima kasih kepada:
Orang Palu Recording Company, Pengerat, Qasimun, RMP, Yes No Wave Music, Nadya Hatta, Indra Ndanda, Wok the Rock, Wukir Suryadi, Tim O ëDonoghue, Lia Barends, Sempal, Chatax Realino, Alex Cuffe, dan Ferdy Raymand
Cenderamata resmi Zoo diproduksi oleh Cats Rider
Ramberto Agozalie dan Dimas Budi Satya menggunakan stik drum Fireball
01. Kedo-Kedo
Dimas Budi Satya: Bedhug
Rully Shabara: Vokal
Direkam di RMP dan diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Bugis oleh Sadat Laope
02. Manusia Baru
Dimas Budi Satya: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal, Synth, Rebana
Direkam di Pengerat dan OPRC oleh Oki Gembus dan Fahmy Arsyad Said
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Aceh oleh Idrus bin Harun
03. Plaba Umak
Ramberto Agozalie: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di OPRC dan RMP oleh Fahmy Arsyad Said dan Arwan Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Komering, Sumatera Selatan oleh Henri Prasetya Yahya
04. Pesta Memohon Hujan
Dimas Budi Satya: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas, Mandolin
Rully Shabara: Vokal
Direkam di Pengerat dan OPRC oleh Oki Gembus dan Fahmy Arsyad Said
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Dayak Tidung oleh Dian H. Pratama
05. Pemuja Hari
Ramberto Agozalie: Drum
Dimas Budi Satya: Bedhug
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di OPRC dan RMP oleh Fahmy Arsyad Said dan Arwan Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
06. Pada Gunung
Dimas Budi Satya: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal, Synth
Direkam di Pengerat dan RMP oleh Oki Gembus dan Arwan Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
07. Kita Ini
Ramberto Agozalie: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di RMP dan diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Sasak, Lombok oleh Yurisma Taufik
08. Tanah Ibu
Dimas Budi Satya: Drum, Bedhug
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal, Synth
Direkam di Pengerat, OPRC, dan RMP oleh Oki Gembus,
Fahmy Arsyad Said dan Arwan Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Kawi oleh Doni Ukik
09. Natonto
Ramberto Agozalie: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di OPRC dan RMP oleh Fahmy Arsyad Said dan Arwan Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimuun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Kaili, Sulawesi Tengah oleh Fahmy Arsyad Said
10. Demi Kekal
Dimas Budi Satya: Drum, Bedhug
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di OPRC dan RMP oleh Fahmy Arsyad Said dan Anwar Rosadi
Diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
11. Hymne Peradaban
Dimas Budi Satya: Drum
Bhakti Prasetyo: Bas
Rully Shabara: Vokal
Direkam di RMP dan diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
Lirik diterjemahkan ke bahasa Banjar oleh Dhani Disdain
12-22. Suplemen
Direkam sepenuhnya secara spontan dengan metode eksperimentatif.
Melibatkan Dimas Budi Satya, Ramberto Agozalie, Bhakti Prastyo, Rully Shabara
dengan berbagai instrumen.
Saluang dan terjemahan bahasa Minang pada Suplemen 22 oleh Richie Petroza
Direkam oleh Nadya Hatta dan diolah oleh Arwan Rosadi di Qasimun
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
ZOO
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

(foto oleh Kurnianto / Harian Jogja)
Rully Shabara Herman: Vokal, Rebana, Synth
Bhakti Prasetyo: Bass, Mandolin
Dimas Budi Satya: Drum, Bedhug
Ramberto Agozalie: Drum



10 Reviews
sedaff .. musik zoo memang sungguh aduahi
[...] almost three year break, towards the end of 2012, Zoo comes back with a second full album called “Prasasti”. This album contains 11 composed songs and 11 improvised songs. Here, Zoo ripens the concept that [...]
bwehehehe,,, lagu daerah(terjemah) nya mo tak puterin di radio sini ah
Suatu fungsi f(x) dikatakan memiliki diskontinyuitas jika terdapat suatu nilai x yang jika didekati dari kiri memiliki nilai x- yang berbeda dengan nilai x+ hasil pendekatan dari kanan. Dengan kata lain, titik diskontinyuitas x memisahkan dua bagian dengan nilai yang berbeda sehingga terjadi loncatan vertikal pada nilai fungsi f(x) antara kedua bagian yang dipisahkan oleh titik x tersebut. Semacam tebing atau jurang yang mendadak muncul di tengah padang yang datar. Hal yang sama terjadi pada sebagian komposisi prog rock dan avant-garde rock. Frank Zappa, Farmers Market, Mr Bungle, dan lain-lain sering melakukannya di dunia barat. Di Indonesia, praktek yang sama selama ini dikenal sering diterapkan oleh Discus dan Anane. Namun baru saja saya mendengarkan album terbaru Zoo yang bernama Prasasti (2012), ternyata gejala yang sama terjadi pula di sini. Bau-bauan zeuhl ala Ruins, folk etnik tradisional Indonesia (lengkap dengan lirik berbahasa daerah), dan sedikit post-rock menyeruak saling memotong tanpa peringatan. Nama alias untuk diskontinyuitas adalah tikungan tajam. Jika jalan lurus mengundang kantuk, maka tikungan tajam membikin mata terbuka penuh kewaspadaan.
[...] perilisan album Prasasti pada tanggal 12 Desember 2012 lalu, band math-rock / experimental-rock ternama asal Yogjakarta, [...]
[...] download di http://yesnowave.com/yesno067/ [...]
[...] Sumber : YES NO WAVE [...]
[...] bagian dari rangkaian tur promosi album terbaru zoo: prasasti, yang bisa diunduh secara gratis di sini. tapi kalo masih suka sama rilisan fisik, zoo juga ngeluarin album prasasti yang dijual dengan [...]
merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bisa ikut menjadi bagian dari tour Zoo
[...] „Wybrałem właśnie ich, bo są wszechstronnie interesujący: od muzyki przez koncerty aż po opakowania płyt” – puentował Komang. Do strony oficjalnej nie odsyłam, bo piszą w języku Bahasa. Boksu też raczej nie kupimy, bo poza ograniczonym nakładem – wyszedł w zaledwie 200 egzemplarzach – ryzykowałby konfiskatą na granicach oraz bankructwem na poczcie. Za to na stronie wydawcy do woli można słuchać i ściągać. [...]
Review Now!