YESNO 065

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Track List:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
01. Be(R)encana
02. Gita Cempala
03. Malasmarah
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Streaming
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Download:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Songs + Cover 28.4 MB (ZIP)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Liner Notes
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
SEMAKBELUKAR hingga bunga indah Drohaka
Skena musik alternatif tiap daerah pasti memiliki karakter tersendiri, begitu pula entitas musikal yang ada di dalamnya. Berbicara tentang Palembang, SEMAK BELUKAR adalah sebuah entitas musikal alternatif yang unik nan ajaib dari Bumi Sriwijaya. Lahir di tahun 2009 lalu, tak seperti kebanyakan grup “folk” lokal masa kini yang memilih musik mancanegara sebagai referensi maka dengan berani SEMAKBELUKAR menjadikan musik tradisional Melayu sebagai pondasi kreasi musiknya. Hasil buah ilham dari David Hersya ini musiknya bisa dibilang “tanpa teman” diantara koleganya di skena musik alternatif lokal Palembang. Penuh kesederhanaan tanpa berusaha menjadi avant garde; namun sarat makna dalam syair indah yang sedikit banyak berpegang pada gaya sastra Melayu lama.
Membagi waktu sebagai seorang mixing/mastering engineer yang juga ayah dari seorang anak perempuan, David Hersya menjalankan SEMAKBELUKAR tanpa beban. Medium eksplorasi personal tanpa ambisi, bila pun ada apresiasi mungkin efeknya pada David Hersya adalah tersenyum sumringah dengan kikuk. Namun keindahan dalam kesederhanaannya tak bisa disembunyikan dengan dua mini album Semoga Kita Mati Dalam Iman (2009) dan Mekar Mewangi (2009). Dengan rumus Melayu kontemporer minimalis dan lirik yang indah, adalah karakter vokal nasal David Hersya -yang mampu meliuk bak seorang Muadzin- kekuatan khas berwarna Melayu.
Setelahnya jeda panjang SEMAKBELUKAR pun selesai ketika versi gubahan dari Sayang Selayak sebuah lagu rakyat Lahat, Sumatera Selatan dipublikasikan pada awal 2012. Berlanjut dengan video musik untuk lagu “Be(re)ncana” dan “Malasmarah”. Kedua lagu yang juga dirilis dalam mini album Drohaka dalam versi yang berbeda dengan versi video musiknya. Drohaka membawa makna sederhana ke batas minimum hingga hanya ada vokal, akordeon -yang dimainkan oleh Ricky Zulman- dan gendang Melayu dalam musiknya. Kesederhanaannya tetap keindahan yang istimewa mengalun syair yang mengajak berpikir. Secara lirik menjadi catatan istimewa adalah “Gita Cempala” yang liriknya semacam pencapaian bahasa yang spesial apalagi bagi yang mengikuti SEMAKBELUKAR hingga menjurus fanatik seperti saya. Akan penafsirannya biarlah menjadi ruang personal bagi yang telah mendengarkan sendiri Drohaka. (Farid Amriansyah)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Release Date
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
8 Oktober 2012
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Info
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
All Songs Written, Produced, Recorded & Mixed by David Hersya
Recorded at
Castranada (Percussion)
OVM Studio (Akordeon di lagu Be(Re)ncana & Gita Cempala)
Chicken Rock Studio (Akordeon di lagu Malasmarah)
Blacksheep Studio (Vocal)
Mixed by Castranada
Mastered by AD Studio
Photo & Cover Artwork by OVM Studio
Released by Yes No Wave Music
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
BELUKARIA ORKESTAR
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
David Hersya: Vocal | Percussion
Ricky Zulman: Akordeon | Photographer | Cover Designer
Jemmie Delvian: Mastering Engineer
Contact:
semakbelukar@live.com
Official Website
Facebook
Twitter
MySpace
Reverbnation



August 30th, 2011
19 Reviews
wah langka sekali musik beginian yang dibawakan semakbelukar di era musik yang melulu itu itu saja dan cenderung mengikuti “Musim” semoga sukses dah
baru donlot. sebelumnya sudah pernah dengar dan takjub. salam wong kito.
Dari dulu (smp) hingga sekarang, sungguh nikmat menikmati irama melayu.. moga irama melayu seperti ini akan bermunculan dikalangan anak muda Palembang ..
[...] Setelahnya jeda panjang SEMAKBELUKAR pun selesai ketika versi gubahan dari Sayang Selayak sebuah lagu rakyat Lahat, Sumatera Selatan dipublikasikan pada awal 2012. Berlanjut dengan video musik untuk lagu “Be(re)ncana” dan “Malasmarah”. Kedua lagu yang juga dirilis dalam mini album Drohaka dalam versi yang berbeda dengan versi video musiknya. Drohaka membawa makna sederhana ke batas minimum hingga hanya ada vokal, akordeon -yang dimainkan oleh Ricky Zulman- dan gendang Melayu dalam musiknya. Kesederhanaannya tetap keindahan yang istimewa mengalun syair yang mengajak berpikir. Secara lirik menjadi catatan istimewa adalah “Gita Cempala” yang liriknya semacam pencapaian bahasa yang spesial apalagi bagi yang mengikuti SEMAKBELUKAR hingga menjurus fanatik seperti saya. Akan penafsirannya biarlah menjadi ruang personal bagi yang telah mendengarkan sendiri Drohaka. Silahkan unduh album tersebut melalui yesnowave.com [...]
Salam buat semak belukar…
nak gile….
Semoga dengan adanya semak belukar music indie palembang semakin maju!! amin
Di tunggu full album dari Semakbelukar.. musiknya bukan hanya enak didengar tapi bermanfaat..
Zuper zegan untuk SEMAKBELUKAR, Tabik!!
Segan sekali buat Semakbelukar, berani melawan arus yg ad!! melayu tidak selalu sendu melulu
indah nya kesederhanaan “SALAM”
Semoga kita mati dalam iman….
Kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnn……………!!!!!!
ASTAGA.
“Be(R)encana” di rilisan ini, amboooy…
ditunggu yg full nyo wak.
wah ini toh band folk melayu yang lagi ramai di perbincangkan. salute kawan… jika beirut ke indonesia semakbelukar lah jawaban nya
[...] Semakbelukar – Be(Re)ncana [Yes No Wave yesno065] [...]
[...] 16- Bad Panda Records : Barrio Lindo – Copla (feat El negro Palma) (CC-BY-NC-SA) 17- Yes No Wave Music : Semakbelukar - Be(Re)ncana (CC-BY-NC-SA) 18- Bakery AllStars Netlabel : Janina Frank - The Lionking (CC-BY-NC-ND) 19- Bad [...]
kereeeennn..!!!! R.A.R.E. ! Saluteeee… Karya Hati, Karya Kejujuran!
Viva David
sepuluh tahun yang lalu, dia hanya seorang kuli beat untuk band KOESOET, hardcore rusak palembang, ketika itu kami anggap dia anak kecil di antara remaja brewokan , hahahahahahahaha
tetap berkarya ya adik ku
inilah jawaban paling tepat untuk kenyataan yg digambarkan Efek Rumah Kaca di lagu “Cinta Melulu”, salut buat komposisi-komposisi indah yang menyampaikan pertanyaan-pertanyaan hidup dalam cara yang sangat menenangkan jiwa.
Btw, IMHO, personally menurut saya, cengkok melayunya kaya kurang gregetnya gimana gituh
Banyak terima kasih untuk musik indah ini
dalam bahasa nak hipster, ini jawaban indonesia atas BEIRUT
Review Now!