Featured

Gabber Modus Operandi di Dark Mofo 2019

Nusasonic di CTM Festival 2019

05/01/2019

Setelah sukses menggelar festival selama 12 hari di Yogyakarta pada tanggal 2-13 Oktober 2018, gelaran kolektif Eropa-Asia Tenggara Nusasonic akan turut tampil dalam program-program CTM – Festival for Adventurous Music and Art di Berlin, Jerman. CTM sendiri memang merupakan salah satu kurator dan rekan dari Nusasonic.

Musisi/band yang dikurasi bersama dengan Yes No Klub, Playfreely/BlackKaji (Singapura) dan WSK Festival (Manila) akan tersebar di program-program yang dirancang oleh tim kurator CTM. Mereka adalah Setabuhan, Caliph8, Cheryl Ong, Sodadosa, Rabih Beaini dan Tarawangsawelas, Zoo, Pisitakun, Kok Siew Wai, Nonplus, Tara Transitory + Nguyen, Sarana, Nguyen Hong Giang, C-drik, Rambo, AJA, Lintang Radittya, Peter Kirn dan Andreas Siagian.

Festival akan dilangsungkan pada tanggal 25 Januari-3 Februari 2019. Detail program dan jadwal bisa disimak di tautan ini.

Flattr this!

Nusasonic — Crossing Aural Geographies

15/09/2018

 

Goethe Institut Asia Tenggara bekerjasama dengan CTM Festival, Yes No Klub, Playfreely/BlackKaji dan WSK Festival menggelar festival musik eksperimental di Asia Tenggara dan Eropa selama 2 tahun dengan tajuk Nusasonic.

Festival ini berupaya menyelami keberagaman budaya bunyi dan musik eksperimental di Asia Tenggara, membuka dialog dalam kawasan tersebut, dengan Eropa, dan negara-negara lainnya. Diadakan pada tanggal 2-13 Oktober 2018 di Yogyakarta, Indonesia, Nusasonic dimulai dengan laboratorium dimana musisi ditandemkan, sebuah hacklab, dan sekelompok Sonic Wilderness bermain bersama serta mencipta karya, ide dan kemungkinan musikal baru. Pada penghujung pekan, festival ini akan mempertunjukkan hasil kerjasama tersebut dalam sebuah program yang mencakup konser, klub malam, acara outdoor gerilya serta program diskusi, panel dan lokakarya.

Nusasonic mengambil tajuk dari “Nusantara”, sebuah istilah bahasa Jawa kuno yang kini digunakan untuk menggambarkan aneka pertalian negara-negara Asia Tenggara. Nusasonic akan menggabungkan beragam format seperti lab artistik, karya komisi, konser, instalasi, festival, kuliah, terbitan dan lain sebagainya untuk mengamati bagaimana praktik-praktik bunyi kontemporer memungkinkan hubungan dan dialog di kawasan Asia Tenggara dan Eropa, sambil terus memberi perhatian kritis terhadap konteks lokal dan global yang tengah berlangsung. Selain menghadirkan suara-suara artistik berbakat kepada publik, inisiatif ini juga bertujuan mendukung seniman dalam praktiknya, memperkuat jaringan lokal, mendorong kerjasama lintas batas dan inter-budaya serta memberikan kontribusi terhadap perluasan pemahaman atas praktik bunyi kontemporer.

Dengan mengadopsi pendekatan multi-perspektif, proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Yes No Klub (Yogyakarta), WSK Festival of the Recently Possible (Manila), Playfreely/BlackKaji (Singapore) dan CTM Festival for Adventurous Music & Art (Berlin).

Selepas inaugurasi di Yogyakarta, Nusasonic akan mengambil bentukan serta format berbeda dan mengunjungi Manila, Singapura dan lokasi lainnya di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang. Inisiatif ini juga akan menghubungkan Berlin serta negara asing lainnya.

Jadwal lengkap bisa disimak di situs Nusasonic.

Flattr this!

Indonesia Netaudio Festival 3.0

15/07/2018

Indonesia Netaudio Festival kembali digelar untuk yang ketiga kalinya tahun ini oleh Indonesia Netaudio Forum (INF), atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Indonesia Netlabel Union. Kedua festival sebelumnya diselenggarakan di tahun 2012 di Yogyakarta, dan tahun 2014 di Bandung, dan diisi dengan beragam kegiatan seperti konser musik, lokakarya, diskusi dan bermacam aktivitas berbagi yang menampilkan musisi, praktisi budaya dan media yang aktif menggunakan internet sebagai alat distribusi dan budaya berbagi yang terbuka.

Dalam penyelenggaraannya tahun ini, INF bekerjasama dengan program jangka panjang Japan Foundation Asia Center: “ref:now—toward a new media culture in asia”. Mengambil tema “Sharing Over Netizen Explosion”, Indonesia Netaudio Festival 3.0 mengundang musisi, seniman, penggerak budaya alternatif, kurator, peneliti dan praktisi media dari Indonesia dan Jepang untuk bersama-sama mengkaji budaya berbagi dan intervensi artistik di tengah gegap gempita ledakan informasi para pengguna internet saat ini. Sebuah kondisi dimana jaringan internet kini menciptakan ruang yang ambigu: meretas batasan yang mainstream dan underground, mengaburkan yang nyata dan maya (fisik dan non-fisik), hingga pertarungan kontrol privasi antara warga dan penguasa jagad maya.

Indonesia Netaudio Festival 3.0 sendiri akan dilaksanakan pada 18 – 28 Agustus 2018 di Jogja National Museum, Yogyakarta dengan rangkaian acara konser musik, diskusi, lokakarya, pasar barter, live cooking, dan file sharing. Program khusus pun dihadirkan tahun ini, sebuah pameran seni media yang dikurasi oleh Riar RIzaldi, seorang seniman dan peneliti seni media.

PROGRAM FESTIVAL:

 

  • Konser Musik | 18 – 19 Agustus 2018 | 15.00 – 23.00

 

Sebuah konser musik dan visual menampilkan musisi dan VJ yang menggunakan internet dan digital baik sebagai alat produksi dan distribusi atau kajian wacananya, penggunaan lisensi terbuka seperti copyleft dan Creative Commons License untuk karyanya, dan bekerja secara kolaboratif melalui berbagai jaringan. Program ini dikurasi oleh Wok The Rock bekerja sama dengan Andreas Siagian sebagai pengarah artistik.

Menampilkan:
Hifana (JP) ft. Antirender, Barakatak, Senyawa, Bottlesmoker, Silampukau, Gardika Gigih + Tomy Herseta, Amok, Dissonant, Sabarbar, Hyper Allergic, Temaram, Oomleo Berkaraoke, Princess Xiaomi, Prontaxan.

 

  • Pameran Seni Media | 18 – 28 Agustus 2018 | 11.00 – 19.00

 

Pameran dengan tema kuratorial “Internet of (No) Things: Ubiquitous Networking and Artistic Intervention” ini akan menampilkan seniman – seniman media dari Indonesia dan Jepang yang berkarya dengan menggunakan teknologi dan wacana sosial-budaya di era digital. Para seniman ini akan diajak untuk menyajikan karya – karya mereka yang menafsirkan kembali—juga mengintervensi secara visual—material dan ide yang diciptakan oleh transformasi budaya dan infrastruktur Internet. Pameran ini juga akan diikuti dengan serangkaian sesi wicara seniman.

Seniman:
[ID] Igor Tamerlan, Tromarama, Arief Budiman, Abi Rama, Mira Rizki
[JP] Exonemo, Ayano Sudo, Ai Hasegawa, Kazuki Saita/Soichiro Mihara

Wicara Seniman
19 Agustus 2018 | 11.00 – 12.00

    • Seniman: Kazuki Saita/Soichiro Mihara
    • Tempat: Jogja National Museum

20 Agustus 2018 | 16.00 – 18.00

    • Seniman: Ai Hasegawa dan Abi Rama
    • Tempat: KUNCI Cultural Studies Center, Gang Melati, Ngadinegaran MJ III/100, Yogyakarta

 

 

20 Agustus 2018 | 19.00 – 21.00

    • Seniman: Ayano Sudo dan Tromarama
    • Tempat: Ruang MES 56, Jalan Mangkuyudan No. 53A, Yogyakarta

 

 

 

Performative Talk | 18 Agustus 2018 | 15.00 – 18.00

 

“Memetakan Arus Bawah (Mapping the Undercurrents)”
Sebuah diskusi interaktif yang digelar secara performatif dengan menggunakan tata suara, video, gambar grafis, aplikasi komunikasi daring dan melibatkan pengunjung festival untuk turut aktif berpartisipasi.

Dalam arena diskusi selama dua jam ini, tiga pembicara akan mengemukakan elaborasinya mengenai lanskap produksi pengetahuan dan relasi-relasi yang mendiaminya dari tiga studi kasus, yaitu perkembangan netlabel, seni media dan dangdut koplo. Bersama dengan pembicara, para hadirin diundang untuk merumuskan; dalam lanskap produksi pengetahuan yang semakin kompleks, apa yang perlu dilakukan sebagai warganet yang mendiaminya?

Kurator dan moderator: Syafiatudina (KUNCI Cultural Studies Center)
Pembicara: Nuraini Juliastuti, Manshur Zikrie, Irfan Darajat

 

Lokakarya: Fermentasi dan Minuman | 19 Agustus 2018 | 15.00 – 18.00
Kurator: Lifepatch
Fasilitator: Theodorus Hendra AdhityaDholy Husada, dan Agung Satriya

 

Sebuah lokakarya DIWO (Do-It-With-Others) yang mengundang beberapa pembuat minuman fermentasi buah di Yogyakarta. Lokakarya kolektif ini akan berbagi sumber daya dan keahlian yang ditemukan di internet bersama partisipan. Lokakarya ini menggunakan jaringan internet untuk mencari dan berbagi pengetahuan, mengambil informasi di internet, membawanya ke dalam interaksi fisik dan membandingkannya dengan pengetahuan dan pengalaman alami sebagai intervensi sosial. Ini merupakan budaya tanding bagi media internet yang kini telah menciptakan dunia imajiner nan nyata pada penggunanya. Lokakarya ini terbuka untuk publik.

 

Pasar Barter | 18 – 19 Agustus 2018 | 15.00 – 23.00

 

Salah satu misi penting dari festival ini adalah mengenai wacana budaya terbuka yang mempromosikan budaya berbagi. Program ini mengundang publik untuk saling bertukar barang seperti file lagu, video, pakaian, hardisk, kacamata, modem, tanaman, dan lain sebagainya.

 

Live Cooking | 18 – 19 Agustus 2018 | 15.00 – 23.00
Oleh Anestisiana dan Yoga.

 

Makan bersama adalah tradisi kolektif di Indonesia dan beberapa negara di Asia yang masih mempertahankan tradisi lokal di tengah pesatnya modernisasi. Pada acara ini, beberapa koki akan memasak makanan secara langsung di area festival dan membagikan makanan tersebut dengan sistem donasi. Program ini juga merefleksikan wacana budaya terbuka yang ingin disampaikan oleh INF.

Pendek kata, internet atau dunia maya telah menubuh. Istilah ‘pengguna’ atau ‘user’ sudah tidak lagi relevan karena semua entitas yang memiliki akses internet telah menjadi internet dan masyarakat itu sendiri. Sebagai sebuah kelompok yang fokus pada praktik berbagi yang egaliter dan demokratis di jejaring internet atau platform digital, Indonesia Netaudio Forum kemudian melalui Indonesia Netaudio Festival ingin membuka sebuah ruang sosial yang menampilkan karya musik, seni media dan budaya kolektif yang dalam praktiknya menggunakan internet sebagai jalur berbagi karya dan sekaligus kritik atau intervensi atas wacana tersebut diatas.

Info lengkap bisa diakses melalui situs Indonesia Netaudio Forum.

Flattr this!

10 Tahun Yes No Wave Music

14/07/2017

Tahun ini Yes No Wave Music genap memasuki tahun yang kesepuluh. Bagaimana posisi Yes No Wave Music saat ini di tengah pertarungan sengit tren rilisan fisik, streaming dan kontrol internet oleh pemerintah dan korporat?

Read more

Frau akan Gelar Konser Tentang Rasa

26/10/2015

Frau akan menggelar Konser Tentang Rasa. Dalam konser ini, Frau mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih menyeluruh dalam menikmati musik. Kesan lintas indera itu membuat penonton dapat terlibat secara aktif untuk merangkai impresi rasanya sendiri, bisa berupa senang, sedih, bosan, hingga kantuk.

Read more
Warna Taman Bunga Plantungan Tarian Sari Rokokku Senja Menggila Eldorado Ba Aluk Tsunami Bambu Wulung I Pengemis Cinta