stone age logo

Pertama-tama perkenalkan diri dulu dong siapa sih orang yang berada di belakang Stone Age Records (SAR) ini?
Halo… Sangat senang dan terhormat berada di sini. Nama saya Rizkan Al Maududy saya cuma mahasiswa semester 6 di Universitas Bina Nusantara jurusan Teknik Informatika hahaha…. Sebenernya kalau untuk orang yang berada di belakang SAR sendiri bukan saya aja karena ini sebenarnya merupakan usaha kolektif dari temen2 band saya sendiri, StoneAgeRock, untuk membuat suatu netlabel…

Bagaimana sejarahnya bisa tertarik untuk membentuk netlabel?
Wah kalau sejarahnya sebenernya ini merupakan pengaruh besar dari beberapa netlabel lokal seperti Yes No Wave, Stoned Well Records, dan Invasi Records yang dapat memacu semangat kami untuk membuat label karena kami sendiri sangatlah setuju dengan ide utama netlabel itu sendiri yaitu untuk memasyarakatkan musik terhadap semua kalangan secara GRATIS!!! Dan juga kami di sini memiliki suatu kecintaan terhadap music-musik yang berada di range punk dan sekitarnya. Nah dengan faktor-faktor itulah kiranya kami membuat netlabel ini.

Bisa diceritakan apa tujuan dibentuknya SAR?
Sebenarnya kami di sini mempunyai lebih untuk mendokumentasikan semua bentuk audio dari band-band dan musisi-musisi yang berada di wilayah musik subkultur punk. Dan juga kami harapkan dengan adanya pergerakan ini, akses terhadap budaya-budaya subkultur yang telah usang nantinya dapat dinikmati juga oleh para anak cucu kita…

Bicara tentang artis, bagaimana SAR melakukan pendekatan kerjasama terhadap artis-artisnya? Apakah SAR yang melakukan pendekatan terhadap artis-artis yang akan diajak kerjasama atau sebaliknya?
Wah kalau itu bos. Kami juga melakukan pendekatan kerjasama terhadap artis dan juga sebaliknya artis juga mendekati kita Alhamdulillah… Yang pasti kami di sini sangatlah terbuka bagi artis-artis dan band-band yang berada di sirkumstansi musik punk.

Apakah SAR hanya mempromosikan artis/band yang berasal dari dalam negeri atau juga berusaha melakukan pendekatan global?
Ya. Kami juga melakukan pendekatan global seperti beberapa proyek yang akan kami lakukan ke depan contohnya kompilasi Silent Sight yang melibatkan 2 musisi dari luar yaitu The 5th Galaxy Orchestra dan The Analog Gitl dan juga tidak ketinggalan ada Nowhere Fast #1: PUNK 4 THE HOMELESS CAMPAIGN yang merupakan sebuah proyek yang ditujukan untuk kampanye sebuah movement di Inggris yang bergerak di bidang amal untuk para orang miskin dan gelandangan di Inggris. Di proyek Nowhere Fast #1 pun akan nada beberapa musisi dari manca Negara dan beberapa musisi dalam negri yang berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Bagaimana SAR menetapkan parameter bagi artis yang akan dipromosikan? Adakah standar-standar tertentu yang harus dipenuhi seperti misalnya genre atau kualitas rekaman?

Kalau kami sebenarnya untuk parameter itu sendiri kami hanya menetapkan bahwa music yang dimainkan oleh musisi tersebut harus berada di sirkumstansi punk dan selebihnya hanya kuping dan selera kami yang akan menilai itu. Kalau untuk kualitas rekaman sih sebenarnya belum tentu menjadi parameter utama karena beberapa waktu yang lalupun kami merilis About The Drunker yang dimana kualitas rekamannya lo-fi.

Tentang masalah lisensi, mengapa SAR memilih Creative Common License dalam merilis karya-karya artisnya?
Wah iyah bos. Kami sebenarnya sangat sangat sangatlah setuju terhadap ide Creative Common Lisence itu sendiri. Karena begini kami percaya bahwa sebenarnya semua kebudayaan manusia itu sifatnya bebas dan gratis. Coba bila kita telaah lebih jauh apakah pernah nenek moyang kita meminta sepeser imbalan atau royalty atau apapun apabila lagunya dinyanyikan oleh orang lain dan bahkan karya tersebut masih bersifat free saat itu dijadikan score iklan mie instan ataupun produk-produk industri komersil lainnya. Jadi kami di sini sangatlah setuju kalau musik itu merupakan suatu kepemilikan komunal terkecuali untuk kepentingan komersil. Selain itu juga kami juga sangat menginginkan agar karya-karya yang kami rilis dapat menjangkau semua kalangan pecinta musik. Kalau kata Mr Wok The Rok sebagai suatu Economic Gift hahaha…

Oke, sekarang tentang keberadaan netlabel, bagaimana opini SAR tentang keberadaan dan juga perkembangan netlabel?
Wah kalau menurut saya sangat baik, banyak di daerah-daerah perkotaan besar sudah memiliki netlabel dengan rilisan-rilisan yang sangatlah bagus. Yang perlu di sini adalah mungkin di netlabel itu keseragaman musik dalam arti karena istilah netlabel ini hanya familiar di kuping-kuping musisi dan pendengar di subgenre noise,ambience,dll mungkin harus disosialisasikan juga ke subgenre yang lain. Saya harapkan juga ke depannya terdapat netlabel-netlabel yang bergerak di genre-genre masih jarang tersentuh oleh netlabel secara umumnya

Menurut SAR, bagaimana masa depan dari keberadaan netlabel? Apakah netlabel dapat menggantikan peran industri musik konvensional?
Wah tentu. Hal ini dapat saja terjadi karena music konvensional tampaklah stagnan dan juga kuping-kuping orang Indonesia nampaknya siap untuk menantikan sesuatu yang baru seperti contohnya saja kita bisa liat sekarang di acara-acara TV seperti Duhsyut ataupun Inbois sudah mulai diisi oleh band-band Unkovensional(walaupun di telingan kita ini terdengar konvensional hahaha). Yang pasti ini dapat terwujud apabila netlabel tersebut melakukan suatu publikasi tidak hanya di dalam komunitas tapi juga kepada khalayak luas

Sebagai sesama penggelut bidang netlabel, bisa dong SAR sedikit berbagi pengalaman menarik atau kendala yang ditemui selama berkecimpung di dalam “bisnis” netlabel ini.
Waaahhh… Nah ini dia hahaha… Iyah sih kalau kendala masih berkutat di masalah kronis itu F I N A N S I A L haha… Walaupun sudah disediakan kencleng buat sumbangan tapi tetap saja hasilnya nihil haha… Mungkin di wilayah ini harus digeluti masalah merchendisenya karena kalau dilihat-lihat sih itu celah yang paling baik untuk dimasuki. Dan juga di sini harus melakukan perilisan fisik yang dibungkus bagaimanapun yang penting menarik para pembeli untuk membeli rilisan ini sebagai tanda dukungan terhadap kelangsungan hidup netlabel. Tapi di wilayah keuangan sendiri sebenarnya SAR juga masih dengan giat-giatnya berpikir untuk dapat membangun itu haha…

Terimakasih banyak SAR! 🙂
Terima kasih juga atas interview yang sangatlah berharga ini… Sukses juga buat kedigjayaan netlabel Indonesia…

Kunjungi StoneAge Records disini.

Interview oleh Adya Mahardhika

Flattr this!

Share in
Tagged in