Zoo dibentuk di tahun 2002 oleh Rully Shabara Herman dan Bhakti Prasetyo di Yogyakarta.

Diantara band noise-rock yang pernah hadir di Jogja, Zoo menawarkan sebuah ramuan yang cukup signifikan. Dari awal penampilan sebelumnya yang sangat noise dan eksperimental lalu menuju struktur yang lebih berpola pada math-rock hingga kemudian ‘pencerahan’ merasuk melalui konsep musik tradisional baik instrumen, pencitraan, wacana, performa hingga konten dalam syair lagu-lagunya.

Pada awal karirnya, Zoo bermain dalam pola yang cepat, matematis nan berisik ala BoredomMelt Banana atau Hella yang bisa dijumpai pada mini album “Kebun Binatang”. Di album penuh perdananya “Trilogi Peradaban”, Zoo mulai memadukan tekstur eksperimental-rock barat dengan konsep musik tribal nusantara.

Setelah rehat hampir 3 tahun, pada penghujung tahun 2012, Zoo kembali dengan album penuh kedua yaitu Prasasti. Berisikan 11 lagu berkomposisi dan 11 lagu improvisasi. Pada album tersebut Zoo semakin mematangkan konsep musik yang dilakukan di album “Trilogi Peradaban”. Sound yang diciptakan cenderung bernuansa keras, tajam dan terkesan modern. Hal ini mengukuhkan pernyataan mereka bahwa Zoo bukanlah band etnik/tradisional atau world music.

Elemen peradaban yang dipilih untuk menjadi tema besar adalah “Bahasa”. Syair lagu menggunakan aneka ragam bahasa dari berbagai daerah di Indonesia: Aceh, Bugis, Palembang, Dayak, Lombok, Kawi, Sulawesi Tengah, Banjar, dan Minang. Selain itu, Rully sang vokalis dan penulis lagu menciptakan sebuah aksara yang diberi nama Zugrafi untuk penulisan lirik.

Pada pertengahan 2015, lahir album “Samasthamarta“. Sebuah album yang terinspirasi dari mitologi dan filosofi pelbagai bangunan dan arsitektur kuno. Selain lagu, Samasthamarta berisikan juga beberapa dokumen yaitu; sebuah makalah, lirik lagu, panduan aksara Zugrafi dan bahasa lisan Zufrasi, konsep dasar Samasthamarta dan visi atau lini masa proyek peradaban Zoo dalam 10 tahun kedepan. Album ini dirilis sebagai bagian dari Netlabel Day dan MP3 Day yang memperingati 20 tahun dirilisnya format audio .mp3 yang jatuh pada tanggal 14 Juli.

Releases

Members

Dimas Budi Satya – Bedhug, Drum

Ramberto Agozalie – Drum

Bhakti Prasetyo – Bas, Ukulele, Mandolin

Rully Shabara Herman – Vokal, Jembe, Synth

Kontak

Instagram

Twitter

Facebook

manekinbermesin@gmail.com
rullyshabara@gmail.com

Stream