PUNKASILA adalah sebuah proyek seni yang diinisiasi oleh Danius Kesminas, seniman multidisiplin asal Melbourne – Australia. Proyek ini dikerjakannya dalam rangka program residensi seni di Cemeti Art Foundation (sekarang Indonesian Visual Art Archive) di Yogyakarta pada tahun 2006. Danius berkolaborasi dengan seniman asal Yogyakarta: Uji HahanIyok PrayogoRudy AtjehJanu Satmoko, Prihatmoko MokiKrisna Widiathama dan Wimo Ambala Bayang. Nama PUNKASILA merupakan gabungan antara ‘punk’ dan ‘Pancasila’, bisa diartikan sebagai prinsip-prinsip/sila-sila punk, punk pancasilais, atau hanya sekedar plesetan belaka.

Selain musik, band ini juga dilengkapi dengan aneka ragam medium. Seperangkat gitar dan bass yang berbentuk senapan AK47, M80 dan M16, mikrofon berbentuk geranat tangan, seragam batik bermotif militer, video musik, komik, lukisan, lambang dan pernak-pernik merchandise yang secara keseluruhan mengacu pada tema yang sama. Performa militerisme yang acak-adul merujuk pada milisi gerilyawan ketimbang lembaga militer negara.

Peluncuran album dan pameran “Acronym Wars” diselenggarakan di Kedai Kebun Forum pada tahun 2007 dengan tajuk “Permission To Fire/Conspicuous Objects”. Selain tur di Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung, PUNKASILA juga menggelar pameran dan pertunjukan di Sydney, Brisbane, Melbourne dan tampil di Tenth Biennale of Havana, Cuba

Pada tahun 2012, atau enam tahun setelah album perdananya dirilis, kolektif PUNKASILA kembali merekam album-konsep keduanya yang bertajuk “Crash Nation. Album ini mengeksplorasi berbagai macam bencana alam, sosial, politik dan kebudayaan yang terjadi di Indonesia dengan isyu-isyu mengenai mitos, mistikisme dan sinkretisme yang muncul menyertainya. Segala sesuatu yang terjadi di Indonesia selalu ditautkan pada mitos dan mistikisme. Buku, majalah dan film yang bertemakan kepercayaan metafisik sangat digemari oleh masyarakat. Bagian dari tradisi yang dijaga dan dilestarikan meskipun ulasan peristiwa atau tanggapan dengan perspektif ini dianggap tidak masuk akal di zaman kontemporer seperti saat ini.

Releases

Members

Danius Kesminas, Uji Hahan, Woto Wibowo, Iyok Prayogo, Rudy Atjeh, Antariksa, Erwan ‘Iwank’ Hersi Susanto, Terra Bajraghosa Janu Satmoko, Prihatmoko Moki, Krisna Widiathama, Wimo Ambala Bayang.

Kontak

Stream